Publikasi - Berita

Kamis, 09 Mei 2024 16:50 WIB

Siti Fauziah Ajak Para Mahasiswa Pertahankan Jatidiri Bangsa.

post

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah SE., MM.,  mengajak para mahasiswa untuk tidak bosan  mempelajari  dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sekalipun, pengamalan Pancasila bukan sesuatu yang mudah, dan perlu perjuangan.

Siti Fauziah mencontohkan, mengerjakan soal ujian dengan jujur, tidak menyontek atau minta bantuan orang lain, misalnya, adalah sikap yang sesuai dengan Pancasila. Tetapi,  acapkali mahasiswa dihadapkan pada kesulitan dalam  menyelesaikan soal-soal ujian.

"Bisa tidak, kita berperilaku sesuai Pancasila, meskipun resikonya tidak lulus ujian. Inilah sebagian tantangan kita menerapkan sila-sila Pancasila. Berlalu jujur, adil, dan bertanggung jawab," ungkap Siti Fauziah.

Ajakan itu  disampaikan Siti Fauziah saat memberikan sambutan  pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara MPR RI dengan Universitas Pancasila. Selain penandatangan nota kesepahaman, digelar juga Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Peran  MPR  Sebagai Rumah Kebangsaan, Dalam Mengawal Konstitusi. Acara tersebut berlangsung di Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Rabu (8/5/2024).

Pada kesempatan itu, Bu Titi panggilan Siti Fauziah juga meminta para mahasiswa ikut mempertahankan  jati diri bangsa Indonesia, sekalipun  harus berinteraksi  dengan budaya asing. Jangan sampai, karena intens berinteraksi dengan bangsa lain, membuat mahasiswa melupakan jatidiri bangsa Indonesia.

"Boleh saja kita mengenal dan hafal lagu-lagu asing, termasuk Korea, tapi jangan sekali kali melupakan lagu-lagu kita sendiri, apalagi lagu-lagu nasional," kata Bu Titi menambahkan.

Pada kesempatan itu, Siti Fauziah tak lupa berterimakasih kepada Pimpinan Universitas Pancasila yang telah menandatangani nota kesepahaman, khususnya menyangkut sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

"MPR merasa perlu mengajak semua pihak untuk bekerjasama mensosialisasikan Empat Pilar. Karena MPR sadar, empat pilar harus disosialisaikan kepada seluruh bangsa Indonesia, sedini mungkin," kata Siti Fauziah lagi.

Sebelumnya, Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU., menyambut baik Nota  kesepahaman dengan MPR. Menurut Marsudi, saat ini Pancasila tengah menghadapi  tantangan yang tidak ringan. Dalam hal Demokrasi, Pancasila telah menyeleweng menjadi demokrasi NPWP (nomer piro wani Piro).

"Kita negara  mayoritas muslim, kita senang disebut pancasilais,  tapi korupsinya tinggi. Kita negara religius, tetapi pencurian banyak terjadi di tempat inadah. Kita cinta Pancasila, tapi banyak dosen tidak bertugas sebagaimana mestinya.Sementara negara lain yang tidak berdasar Pancasila, mereka lebih aman, dosen mengajar sesuai waktunya dan tidak terjadi korupsi besar-besaran. Ini adalah sebagian bukti, bahwa Pancasila baru sebatas bahan hafalan, belum menjadi praktek keseharian dalam hidup bangsa Indonesia," kata Marsudi.

Organisasi Internal

post
post
post