Publikasi - Berita

Senin, 13 Desember 2021 16:45 WIB

Siti Fauziah : Pembangunan Nasional Tidak Lepas Dari Peran Perempuan

post

Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Siti Fauziah, SE, MM mengingatkan perempuan memiliki peran sebagai ibu dalam membangun keluarga yang berkualitas. Tentu, dari keluarga yang berkualitas akan lahir para calon pemimpin bangsa yang akan membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik.

“Karena itu perempuan mempunyai peran yang penting dalam kemajuan dan pembangunan nasional,” kata Siti Fauziah dalam Sarasehan Kehumasan MPR RI Menyapa Sahabat Kebangsaan di Cianjur, Jawa Barat, Senin (13/12/2021). Sarasehan Kehumasan bertema “Perempuan Berkualitas Mendukung Pembangunan yang Cerdas” dihadiri Sekretaris Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, S.Th.I, MM, dan para peserta dari organisasi Perempuan Bangsa.  

Siti Fauziah mengatakan tema dalam Sarasehan Kehumasan MPR RI Menyapa Sahabat Kebangsaan ini untuk membuka mata kita bahwa peran perempuan dalam pembangunan tidak bisa dipandang sebelah mata. Perjuangan perempuan mengingatkan pada R.A. Kartini yang menuntut hak perempuan atas pendidikan dan kegiatan di sektor publik. “Ini menjadi awal kesuksesan emansipasai perempuan Indonesia saat ini,” ujar Siti Fauziah yang akrab disapa Bu Titi ini.

Menurut Siti Fauziah, R.A Kartini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa dan pembangunan Indonesia tidak lepas dari peran perempuan. “Sekarang banyak perempuan-perempuan muda yang meneruskan perjuangan R.A. Kartini dalam memajukan bangsa,” tuturnya.

Selain dari kacamata emansipasi, lanjut Siti Fauziah, perempuan berperan sebagai ibu. Peran ibu sangat besar membangun keluarga yang berkualitas. Pada gilirannya melahirkan putra-putri yang menjadi harapan bangsa. “Saya berharap ibu-ibu dapat menyemangati keluarga di rumah. Dari keluarga dan peran ibu yang berkualitas maka mendukung pembangunan nasional,” sebutnya.

Siti Fauziah menambahkan tema yang diangkat dalam Sarasehan Kehumasan terkait dengan upaya untuk mengingatkan kembali nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Nilai-nilai itu untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Ini menjadi penopang bagi generasi muda penerus bangsa untuk menghadapi tantangan arus perubahan zaman,” katanya.

“Kegiatan Sarasehan Kehumasan MPR ini kami adakan dengan konsep menyapa sahabat kebangsaan agar lebih dekat dengan MPR sehingga memahami tugas dan kewenangan MPR dan dapat mensosialiasikannya kepada masyarakat luas,” imbuhnya.

Selama ini, lanjut Siti Fauziah, MPR telah melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR dengan beragam metode seperti Training of Trainers, Lomba Cerdas Cermat, seminar di perguruan tinggi, focus group discussion, dan pagelaran seni budaya.

Siti Fauziah berharap kegiatan Sarasehan Kehumasan MPR ini bisa bermanfaat bagi peserta Perempuan Bangsa. “Saya berharap Sarasehan Kehumasan ini bisa memberi manfaat. Selain kita bisa bersilaturahmi, dengan Sarasehan Kehumasan ini bisa membangun perempuan berkualitas untuk pembangunan yang cerdas,” harapnya.

Organisasi Internal